Puisi | Di paksa lupa

Menutup mata memaksa diri untuk lupa 
Sekedar informasi bahwa melupakan itu mudah, namun tidak untuk sebuah kenangan, duri yang menusuk diri dari arah jauh, ku tepis dengan terbitnya matahari baru nan memberikan kenyamanan hingga detik ini. Pantas bila ku tak mau menemani siapapun, sebab tak ingin ada tragedi yang terulang, ini nyaman bagi ku namun tidak tau untuk siapa yang ingin sekedar tersenyum sementara. Terapung bersama api yang berujung manis, tak usah merajut nostalgia di masa itu prihal instrumen penghianatan terhadap ucap yang ku anggap serius, ada raga menarik jiwa ini untuk menemani , namun tak ada jalan lurus bila ku ikuti, bahkan dikala selepas perginya dia, para arwah kegelapan menemani setiap saat untuk membuat sesat, hampa rebah serta tak bisa berada di atas sajadah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar