Kuis Kuliah Komunikasi Pariwisata

Analisis dari gambar pertama memberikan citra 
positif terhadap lingkungan atau objek wisata yang sekaligus mendukung demi kemajuan dan kelestarian wisata, yang mana melibatkan media massa untuk meng shere ke platform manapun sehingga orang lain dapat mengetahui bahwa disuatu daerah atau tempat ternyata ada wisata yang indah, tidak hanya kancah di satu negara bahkan sampai di berbagai negara pun bisa melihat, dan bisa kemungkinan juga ikut mendukung lewat investasi atau gagasan demi kelestarian wisata tersebut.
Dari analisis gambar nomor dua malah kebalikannya dari gambar yang pertama, jika gambar pertama memberikan citra positif namun di gambar yang kedua memberikan citra negatif, tidak hanya itu saja melainkan para wisatawan enggan untuk berkunjung serta membantu, namun di lain sisi sebagai netizen boleh-boleh saja meng shere foto seperti nomor 2 dengan menggunakan narasi positif demi membuat objek wisata yang tidak indah menjadi indah, pula dengan menawarkan terhadap seluruh elite-elite wisata yang tidak hanya menikmati keindahannya, namun juga ikut serta mendukung dan memberikan ide-ide yang bagus demi kelestarian wisata.

Analisis Gaya Kepemimpinan Para Petinggi Negara Dalam Acara KTT G20 di Bali

Presiden Republik Indonesia Jokowi Dodo sebagai tuan rumah di acara KKT G20 di Bali, Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan bahwa Presidensi G20 Indonesia dimulai dengan harapan untuk menyatukan niat bersama dalam mewujudkan pemulihan dunia yang inklusif dari pandemi. Berbagai tantangan-tantangan baru muncul yang bukan hanya menghambat pemulihan, namun juga dapat mengancam dunia terjerumus ke krisis yang lebih dalam. Pertemuan para pemimpin negara G20 dilakukan setiap setahun sekali, sedangkan pertemuan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dilakukan beberapa kali dalam setahun. G20 bukan merupakan organisasi internasional yang memiliki legitimasi formal dan sistem administrasi yang baku seperti institusi Bank Dunia, IMF, atau organisasi lainnya seperti ADB, dan WTO. G20 merupakan sebuah forum tingkat tinggi yang menyatukan para pemimpin global untuk kerjasama ekonomi dan keuangan. G20 dipandang sebagai kompromi baru yang lebih baik antara kerjasama-kerjasama multilateral yang ada (Papava, 2016).Terpilihnya Indonesia sebagai pemegang Presidensi G20, memiliki nilai strategis bagi pemulihan ekonomi dan pencapaian Indonesia Maju apabila kita mampu mengkapitalisasi peluang dan tantangan dengan kemanfaatan optimal bagi kepentingan Indonesia. Sebagai pemegang Presidensi G20 sangat diperlukan kepemimpinan dari kepala negara. Kepemimpinan merupakan suatu instrumen yang sangat penting dalam segala aspek kehidupan berbangsa dalam menentukan arah dan kemajuan suatu bangsa sebagaimana yang diamanatkan konstitusi suatu negara. Efektivitas seorang pemimpin ditentukan oleh kepiawaiannya mempengaruhi dan mengarahkan para anggotanya, tentunya pihak pimpinan harus mempunyai kemampuan dalam mengelola, mengarahkan, mempengaruhi, memerintah dan memotivasi bawahannya untuk memperoleh tujuan. Oleh sebab itu, pencapaian atas tujuan suatu negara sangat ditentukan oleh gaya dan kualitas pribadi pemimpinnya. Joko Widodo yang kerap dipanggil dengan nama Jokowi memiliki gaya dan pendekatan kepemimpinan yang khas dan berbeda dengan presiden sebelumnya. Gaya kepemimpinan yang tegas, lugas dan bijaksana. Selain itu presiden Jokowi juga dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang pro rakyat. Dikarenakan beliau selalu dekat dengan rakyatnya, dan selalu mencari tahu apa permasalahan yang ada di masyarakat. Jokowi merupakan gaya kepemimpinan yang dinilai efektif serta Jokowi dikenal akan gaya kepemimpinannya yang pragmatis dan membumi. Ia sering kali melakukan "blusukan" atau turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung permasalahan yang ada dan mencari solusi yang tepat. "Blusukan" juga dilakukan untuk menemui langsung warga dan mendengar keluh kesah mereka. dari gaya kepemimpinan seperti beliau lah patut di tiru dan di jadikan cerminan bagi para petinggi negara. Kepemimpinan Jokowi dikenal oleh masyarakat sebagai blusukan. Tanpa diduga dan tanpa terjadwal pula, kerap kali beliau menghampiri masyarakat dan pejabat pemerintahan yang ada dibawahnya. Hasilnya, ia bisa melihat kondisi yang lebih spontan. Karena itu pulabeliau bisa lebih dekat dengan rakyat. Kebiasaan blusukan ini juga dibawa ketika menjabat Gubernur DKI Jakarta. Hingga kini saat menjadi sebagai presiden, kebiasaan itu pula dibawanya.Kinerja organisasi merupakan sebuah alat ukur untuk menilai dan mengevaluasi berhasil atau tidak tujuan organisasi. Kinerja didefinisikan sebagai suatu gambaran tentang tingkatan maupun hasil pencapaian dari sebuah proses pelaksanaan baik kegiatan, program maupun kebijakan dalam rangka mewujudkan hal-hal yang telah tertuang dalam perumusan skema strategis organisasi yaitu sasaran, tujuan, visi dan misi untuk membangun organisasi yang baik Bastian (dalam Erawan, dkk., 2018).

Jembatan Anyar


Jembatan anyar  adalah pembuka awal sekaligus menjadi judul dari filem yang ingin saya bahas terkait pemberdayaan, dari filem tersebut di uraikan suatu kegiatan perbaikan jembatan yang menjadi jalan penghubung ke salah satu pasar di daerah tersebut saya sebut nama tempatnya yaitu adalah morleke, seperti definisi dari pemberdayaan itu sendiri adalah sebuah upaya untuk membangun kemampuan masyarakat, dengan mendorong, memptivasi, membangkitkan kesadaran akan poteensi yang dimiliki dan berupaya untuk mengembangkan potensi itu menjadi tindakan nyata. Chennel youtube Mata Pena dengan para crew nya yang melakukan kegiatan perbaikan jebatan untuk tujuan membantu atau mempermudah para masyakat  di sekitarnya ataupun dari luar daerah ingin berkunjung ke daerah tersebut, maka dari itu para crew Mata Pena melakukan yang namanya penggalangan dana dengan bentuk amal di pinggir jalan serta juga membuka donasi untuk perbaikan jembatan itu sendiri, oleh karena itu pemberdayaan tidaklah hanya sekedar suatu upaya melestarikan lingkungan di sekitarnya dengan bentuk apapun itu, sehingga nilai-nilai dari pemberdayaan itu muncul ketika suda ada bukti yang kongkrit terhadap apa yang telah dilakukannya. Dan yang menarik bagi saya dari felm tersebut mesipun durasi film nya tiadak terlalu pajang dan hanya berdurasi 14:22 menit namun ada pesan yang bisa di ambil, meskipun juga si aktor menghadirkan unsur komedi di dalamnya, ciri-ciri nya pun terteera di dalamnya seperti mengembangkan kemampuan masyarakat, mengubah perilaku masyarakat, dan mengorganisir diri masyarakat. Kemampuan dari para aktor-aktor tersebut serta sang penulis naskah filem itu sendiri secara tidak langsung telang melakukan pemikin yang namnya out of the box artinya berfikir secra menyeluruh agar menghasilkan sebuah ide yang jenius dan pastinya memberikan pengaruh terhadap khalayak publik. Eksistensi nilai-nilai kearifan lokal di era sekrang dari filem itu sendiri yang mana sebuah perwujudan dalam bentuk berbaikan terhadap masyarakat di daerah tersebut dan jika di kaitkan dengan era sekarang ini yang di sebut dengan kearifan lokal sebagai jjati diri bangsa, yang di harapkan dapat menjadi jawaban atas tantangan revolusi industri 4.0. pada era ini, kearifan lokal sudah semestinya dekat dengan generasi muda, agar dapat beradaptasi pada kebutuhan industri, lalu bagai mana menjaga jearifan lokal agar tetap eksis di era revolusi industri 4.0.? jawabanya ada sebagaimana yang sudah di uraikan di atas yaitu meletarikan apa yang ada dan di jaga serta di perbaiki apa yang harus di perbaiki sehingga tidak terjadi permasalahan yang sifatnya berdampak pada hal-hal yang lainnya sebagai contohnya yaitu adalah jika ada jembatan yang rusak semisal yang mana jembatan tersebuat adalah jalan satu-satunya untuk menuju tempat pasar sehingga di situ harus ada yang mempeloporinya untuk memulai melakukan kegiatan tersebut baik berupa kelompok atau organisasi-organisasi yang maka harus di libatkan dalam kegiatan tersebut sehinga dalam tahap pembangunanya terlaksana dengan ada dororangan dari banyak orang meskipun setidaknya tidak membantu lewat fisik dan pikiran juga bisa lewat ekonomi atau sumbangan. Filem yang bertemakan jembatan anyar tersebut di konsep layaknya seperti kehidupan pada sehari-hari nya namun meskipun demikian dibalik filem tersebut bermaksud untuk mengedukasi pada kita semua agar tetap menjaga kesejahteraan masyarakat sehingga masyarakat tersebut tidak merasakan keresahan terhadap masalah yang sedang terjadi, peran penting dalam proses pemberdayaan masyarakat ini  tidak jauh dari masyarakat yang ada di daerah tersebut yang paling di pandang biasanya yang lebih berperan sebagai pelopor dalam pemberdayaan masyarakat tersebut, hal yang melatar belakangi kenapa saya memilih untuk membahas di filem Karana channel Mata Pena di karenakan pada kenyataanya filem tersebut banyak memberikan edukasi yang baik dan sebenarnya tidak hanya filem tersebut yang memberikan edukasi terhadap penonton melainkan juga filem yang lainnya meskipun durasi videonya tidak terlalu panjang akan tetapi tetap ada edukasi dan pesan moralnya juga. 

Puisi | Di atas hamparan sajadah

Dua tangan mendekap dada di iringi nyanyian hati dengan sayir-syair suci, berdiri tegak tak ingin roboh pun di usik, lidah bergoyang dengan bait sakral di ucapkan, fokus pada tujuan awal sembari melihat ke bawah dan berdiri lagi persiapan tuk berbisik ke bumi, masih sama melantunkan ayat-ayat mulya di mata kami, di situlah cara ajaib yang lazim di kerjakan oleh sebagian orang yang paham siapa yang maha esa pun siapa maha kuasa dan maha raja di raja, dilakukan aura hitam pun sukar ingin meraba, serta membentuk kehidupan lebih indah bahagia. Kalimat Allahuakbar di jadikan pembuka dalam kehidupan, dan salam sebagai penutup di akhir cerita.

Puisi | Inilah aku

Aku semangat
Kau malah bilang aku  hebat
Bersatu dalam lingkaran
Kau malah di rasyuki syetan
Aku berbuat baik pada mereka
Kau malah mengusik para raga
Terus kau ini bagaimana,
Atau aku yang harus bagaimana?
Tubuhku kini rapuh
Bila aku kau anggap musuh
Ya, terpaksa aku jatuh
Tuk mengobati rasa yang tak utuh
Aku akan kembali ke sana 
Jika  suasana dan rasa seperti semula.

Puisi | Darah biru

Di satu tempat 
Di satu ruang
Di satu bumi, dan
Di situ jadi satu.
Di rangkul
Di bentuk tuk terbentuk
Di cintai tuk mencintai
Di rawat tuk jadi orang hebat.
Itulah yang sebenarnya.  

Puisi | Di paksa lupa

Menutup mata memaksa diri untuk lupa 
Sekedar informasi bahwa melupakan itu mudah, namun tidak untuk sebuah kenangan, duri yang menusuk diri dari arah jauh, ku tepis dengan terbitnya matahari baru nan memberikan kenyamanan hingga detik ini. Pantas bila ku tak mau menemani siapapun, sebab tak ingin ada tragedi yang terulang, ini nyaman bagi ku namun tidak tau untuk siapa yang ingin sekedar tersenyum sementara. Terapung bersama api yang berujung manis, tak usah merajut nostalgia di masa itu prihal instrumen penghianatan terhadap ucap yang ku anggap serius, ada raga menarik jiwa ini untuk menemani , namun tak ada jalan lurus bila ku ikuti, bahkan dikala selepas perginya dia, para arwah kegelapan menemani setiap saat untuk membuat sesat, hampa rebah serta tak bisa berada di atas sajadah.

Puisi | Dekapan hitam

Aura itu memeluk lembut hingga membuat ku nyaman dengan dekapannya, dan melupakan pada siapa ku harus ingat, yang wajib di lewati sebab kelembutan pelukan nan berujung pada pudarnya hasrat, pun keyakinan di jadikan sebagai pelengkap saja, tak ingin tenggelam dalam pelukan itu lagi, karena pada kenyataannya ku terbawa arus kesesatan nyata. Aku jadikan sebagai cahaya baru dalam hidup prihal tragedi itu, agar kedepannya tidak membawa ku meredup hingga lupa pada tujuan hidup, itu semua berawal dari pudarnya asa yang menjadi butiran debu di atas kasur besama birahi nafsu manisnya yang sementara.

Opini | Filosofi dari rambut gondrong


Filosofi rambut panjang atau gondrong. "Semua orang pernah muda, tapi tak semua orang pernah gondrong," kata tersebut di jadikan sebagai landasan bagi orang yang memiliki rambut gondrong yang sedang viral di media sosial, memang betul sekali dengan perkataan tersebut, namun kalo di kaji lebih dalam lagi tidak hanya berlandasan seperti itu. Dilansir dari Elbalad, mantan Mufti Agung Mesir, Syekh Ali Jumah, mengatakan memanjangkan rambut pria bukanlah dari sunnah yang berpahala bagi seorang Muslim. 
Menurutnya, Nabi Muhammad ﷺ pernah memendekkan dan memanjangkan rambutnya, sehingga mencukur rambut tidak dianggap sebagai dosa. 
Anjuran Rasulullah Saw. Rambut adalah untuk memuliakannya atau merawatnya. Rasulullah ﷺ bersabda: 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وآله وسلم قَالَ: مَنْ كَانَ لَهُ شَعرٌ فَلْيُكْرِمْهُ
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda, "Barangsiapa mempunyai rambut hendaklah dia memuliakannya (merawat)." (HR Abu Dawud). Maka dalam hal memanjangkan rambut bagaimana tidak hanya sekedar dipanjangkan sja, tetapi bagaimana juga di rawat dengan baik seperti, ketika sedang mandi harus di kasih shampo serta seusai mandi pun bagaimana juga dikasih pewangi rambut seraya kondisioner dan pewangi rambut lainnya, serta juga bagaimana ketika rambut itu semakin memanjang pola pikir dan intelektualnya juga semakin bertambah. jadikanlah hal tersebut sebagaimana mestinya yang tidak melenceng dari kebenaran, dan harus dilandaskan pada aturan umum, seperti menutup aurat serta tidak untuk meniru perempuan.

Opini | Hakikat keterampilan dalam menulis

Menulis adalah salah satu keterampilan yang dimiliki oleh sebagian orang di dunia ini, sehingga ada yang berpendapat bahwa menulis itu membosankan dan pulau juga adalah sebuah bentuk dari seni. Pertanyaannya di posisi manakah kita dalam keterampilan tersebut.?Menulis memang bakat yang di miliki oleh orang-orang yang sudah di doktrin oleh keadaan, sehingga rasa membosankan tersebut sirna dalam dirinya, memang harus ada unsur di paksa hingga pada akhirnya bisa dan terbiasa, apapun itu jika dipaksakan pasi akan terbiasa apalgi cuman dalam hal tulis menulis. Sebagian orang yang memiliki skill dalam publik speaking yang bagus itu sebenarnya berawal dari tulisan yang bagus, tak heran bila diri kita dalam menyampaikan sesuatu hal, baik prestasi, berpidato, dan semacamnya, jika apa yang kita sampaikan itu agak rancu meski sudah mempersiapkannya mateng-mateng terkadang masih saja ada problem nya, seperti apa yang ingin di sampaikan langsung hilang begitu saja dan bahkan menyembuhkan demam panggung, itu sebenarnya kesalahan yang realita terletak pada ketika kita menulis, jadi pada dasarnya menulis itu adalah salah satu cara untuk membuat kosakata yang udah di ketahui itu mudah di ingat dan memperlancar proses dalam berbicara, dan alangkah lebih bagus nya lagi membaca buku sekaligus di iringi dengan mencatat dengan apa yang sudah kita baca dengan menggunakan bahasa yang berbeda, artinya sekali kita membaca langsung di tulis tampa melih isi teks tersebut, hal sepele namun luar biasa jika di aplikasikan.

Puisi | Langkah ku

Bismillah, yang selalu terucap di setiap kakiku berpijak, dengan harap yang indah di mata,
meski kehidupan ini di singgahi oleh berbagai cobaan dan rintangan nan selalu menghalang dalam kehidupan, tetapi kolbu ini tetap hangat dan dingin di kala cobaan melanda
yang tuhan beri, mungkin semua ini adalah awal dari kesuksesan, tak ingin frustasi bila raga ini mulai mencintai diri sendiri, Karna  mencintai seseorang tak ada ruang lagi bagi ku, udah cukup rasanya di khianati oleh janji absurd yang beraroma pengkhianatan. Tiga tahun membawa rasa baru yang tak pernah di rasakan sebelumnya, di tahun ini memberi harapan palsu nan menjadi debu api neraka.

Puisi | Alfatihah untuk mu

       
Bumi Pertiwi, kau melahirkan sebuah nama yang tak asing lagi di telinga para intelektual, apalagi dengan sayir-syair yang bermahabbah di kala membaca, raga mu tak bisa ku tatap di dunia nyata, namun sajak dan perjuangan mu di kala itu masih hidup dan tetap permanen di buku dunia, aku yang sekarang merasakan manisnya hidup dikarenakan perjuangan mu di masa lampau, tak bisa ku ucap langsung dengan kata terimakasih, hanya alfatihah yang bisa kulantunkan di setiap berpapasan dengan Tuhan, mengharap barokah. Andai kau masih ada, mungkin virus-virus yang usai mencabut beribu jiwa di berbagai negara di puisikan oleh mu, generasi muda bangsa tak seraya dengan mu, pun juga karya. Meski dalam kitab Islam di suruh menulis dan membaca, namun beberapa saja yang bisa, “Si Binatang Jalang” teruntuk mu, terimakasih.

Puisi | Kantong kehidupan

Perbanyak relasi agar mudah duduk di kursi
Bukan menyendiri memegang hp di depan lemari
Ingin jadi orang sukses namun tak banyak proses
Hobinya memprotes laksana orang stres
Pun ingin pintar namun tak serius dalam belajar
Duniawi di kejar hingga ujung-ujungnya kesasar
Melibatkan tuhan dikala dibutuhkan
Tak berpikir dirinya siapa yang menciptakan
Cintailah ilmu dan buatlah ilmu mencintai mu 
Karna hal itu yang membuat mu tau siapa dirimu
Bersabarlah dikala cobaan terus melanda 
Toh itu hanya sekedar sementara 
Bangkitlah dan lari dari kenyamanan hidup
Sebelum penyesalan membuatnya meredup












Puisi | Selembar kertas kenangan

Kertas itu ada bait motivasi yang besar pembangkit raga yang menghampa, di tulis dengan tinta cairan dari hati yang begitu bening. Namun di balik itu, ternyata ada hal yang merusak sebuah cerita tentang bagaimana masa depan ingin bersama, merangkai hal nan belum terjadi dengan rasa yang sama di setiap waktu berganti pakaian kabarpun di tanyakan prihal baik atau tidaknya, sembari melebarkan senyuman tampa ada paksaan, seperti yang ku alami sekarang ingin tersenyum pun di paksakan oleh keadaan. Janji palsu, kenangan menjadi debu dikarenakan komitmen di akhiri dengan kesepakatan, padahal tak ingin ku lakukan, namun posisi mu sekarang di prioritaskan bersama dia aku tidak, makasih.

Puisi | Rokok dan secangkir kopi

Ini cerita cinta tentang rokok dan kopi. Yang di ciptakan oleh tim barista, di berbagai tempat pun ada. Mereka berdua selalu bersama dimana pun berada, rokok yang tak pernah sukar meski kopi bermain rasa di belakang dengan gula, kesetiaannya begitu besar, membuat para pemuda cemburu hingga ingin memperkosa di warung pesta, bercumbu di siang dan malam nan di saksikan oleh banyak orang. Aroma cantiknya kopi merayu hidung para lelaki, begitupun dengan rokok yang begitu tampan rupawan, membuat birahi wanita bergairah mencium bibir manisnya.

Puisi | Di barista

Di barista sunyi dan sepi menyendiri hanya berteman rokok dan pahit nya kopi. Tak ada pembeli meski sudah di tawarkan dengan senyum manis agar memesan, kembali lagi di barisan tangga sembari merajut asa di kala gerimis hujan berteman dinginnya angin nan menerpa, gelas-gelas kosong menunggu kedatangan air hangat dan dingin bila ada pesanan, namun realisasinya tak ada, melebarkan senyuman agar menghampiri ku, sembari berkata saya mau memesan kopi susu yang manis dan nasi goreng Jawa dengan bumbu rempah nan gurih serta di buat penuh dengan rasa cinta, namun faktanya tak ada.

Puisi | Gelora rindu

Aku termangu pada waktu itu,
Sebuah kebahagiaan yang tak rancu dalam lubuh hatiku yang paling dalam, tersimpan rasa yang tak bisa di ungkapkan. Gelora rindu yang ku ukir dalam-dalam, menghasilkan berjuta makana, dan tak bisa di tafsirkan. Waktu singkat, namun sangat berharga, ku abdikan dengan senja, melihat sekumpulan raga berpijak sembari bahagia di atas ranah yang sama. Dunia ini jadi saksi prihal semua itu.
Ya Tuhan ku, sang pembangkit Sukma, pertemukan lah kami semua dalam berwarna mu yang nyata.

Puisi | Hujan di bulan November

Hujan. Tuhan menurunkan mu bukan untuk membuat pribumi yang sedang mempunyai kepentingan mengeluh dengan kehadiran mu.
Namun tuhan sua memberi kepada orang yang membutuhkan disana, yang sedang di landa hujan mari berusaha mencari solusi bukan malah mengeluh dan frustasi, lebih baik mensyukuri atas nikmat tuhan, sang pemberi rezeki nan tak pernah pilih kasih. Jika masih ada tangga yang tersisa pijakilah, selagi nafas belum tertutup rapat.

Puisi | Merdeka atau mati


Merdeka atau mati. Tragedi kelam masih di kenang setiap tanggal seperti banyaknya malaikat yang wajib diketahui di bulan ke sebelas. Para pahlawan, sejarah mu masih permanen dalam buku Indonesian, menolak lupa prihal kejadian tatkala itu, para pahlawan tak bersayap memberanikan diri untuk negeri merah putih. Pertumpahan darah pun terjadi, hingga bahkan ada yang mati demi sang ibu pertiwi. Merdeka atau mati, nan pasti mereka dengan menuhankan keyakinan, menjadikan tujuannya tercapai demi sang merah putih. Bukan abra kadabra seraya di televisi, kita sebagai penikmat hidup di dunia yang tidak redup, pula tak ada yang namanya pencurian nyawa.
   FKMSB Yogyakarta, 10 November 2021

Puisi | Buah bibir

Buah bibir hijrah dari tempat ke tempat lain, membawakan syair yang indah bagi dirinya tapi tidak pada realitanya, membawa pada dunia nan hitam. Di tambah dengan asyiknya buah bibir, dikala keramaian di suatu tempat. Sementara dia sadar akan kenikmatan tersebut adalah konsep dari musuhnya manusia.